September 30, 2011

Memperingati hari kesaktian Pancasila

May 27, 2011

10 Pembayaran Transfer Pemain Bola Yang Paling Aneh

1. Hugh McLenahan (1927)
Transfer: Freezer plus es krim



Ketika Stockport mengadakan bazar (pasar murah) demi menambah penghasilan klub, Manchester United datang menawarkan sebuah freezer plus es krim. Kebetulan asisten manajer United saat itu adalah seorang pengusaha es krim. Dengan terpaksa, Stockport akhirnya menerima tawaran freezer beserta isinya itu untuk ditukar dengan Hugh McLenahan.

2. John Barnes (1981)
Transfer: satu set baju olah raga



Eks winger andalan Inggris dan Liverpool ini masih berusia 17 tahun kala membela Sudbury Court. Skill Barnes membuat manajer Watford, Graham Taylor, terkesan. Akhirnya Barnes meninggalkan Sudbury menuju Watford dengan nilai transfer satu set baju olahraga. Lima tahun kemudian, Liverpool membeli Barnes seharga 900.000 Pound.

3. Tony Cascarino (1982)
Transfer: satu set perangkat latihan



Tony Cascarino adalah mantan pemain timnas Republik Irlandia. Saat dibeli oleh Gillingham dari Crokenhill, beredar rumor bahwa nilai transfernya hanya seharga satu potong besi seng. Cascarino membantah rumor itu, dan mengatakan bahwa Gillingham membayar dengan satu set perangkat latihan.

4. Gary Pallister (1984)
Transfer: Satu set baju olah raga, satu tas bola, dan jaring gawang



Sebelum menjadi bintang Manchester United, Pallister sempat mengalami proses transfer yang tidak lazim. Middlesbrough hanya membayar dengan satu set baju olah raga, satu tas bola dan jala gawang saat memboyongnya dari Gillingham. Lima tahun kemudian, Middlesbrough akhirnya untung besar karena Pallister dibeli MU dengan nilai transfer 2,3 juta Pound!

5. Ian Wright (1985)
Transfer: satu set anak timbangan



Ian Wright, salah satu legenda besar Arsenal, awalnya adalah seorang tukang plester. Bakatnya tercium setelah manajer Crystal Palace, Steve Coppell, menyaksikannya bermain di klub kecil Greenwich Borough. Palace pun segera merekrut Ian Wright, dan hanya menukarnya dengan satu set anak timbangan.

6. Ion Radu (1998)
Transfer: 2 ton daging



Satu lagi transfer aneh di Rumania, dan pelakunya juga masih klub Jiul Petrosani. Ion Radu dijual oleh Jiul Petrosani, demi dua ton daging sapi dan babi. Presiden klub Jiul Petrosani mengatakan bahwa daging itu akan dijual untuk membayar gaji pemain.

7. Kenneth Kristensen (2002)
Transfer: Udang segar seberat badannya



Kristensen ditransfer dari Vindbjart ke Floey (klub Norwegia) dengan bayaran udang segar. Lebih unik lagi, sesuai kesepakatan negosiasi kedua klub, udang segar tersebut harus punya berat yang sama dengan badan Kristensen.

8. Franco Di Santo (2006)
Transfer: satu set perangkat latihan dan 40 liter cat



Ketika pindah dari klub Argentina Tiro Suizo ke klub Chili Audax Italiano, Di Santo ditukar dengan satu set perangkat latihan, 2 buah jaring gawang, dan 40 liter kaleng cat!








nb:fotonya yang ada di kompi.....

9. Marius Cioara (2006)
Transfer: 15 kilogram sosis babi



Bek Rumania ini ditukar dengan 15 kilogram sosis babi saat pindah dari UT Arad ke Regal Hornia (Rumania). Marius Cioara merasa terhina dan memutuskan pensiun satu hari setelah pindah ke klub barunya.

10. Cristian Belgradean (2006)
Transfer: instalasi pipa gas

Walikota Lupeni yang juga Presiden klub Minerul (Rumania) melepas penawaran yang unik. Minerul bersedia melepas pemain andalan mereka, Cristian Belgradean, ditukar dengan investasi pemasangan pipa gas di kota Lupeni. Tawaran ini langsung diterima oleh klub rival mereka, Jiul Petrosani.



from: www.gururupaindonesia.com

May 7, 2011

Eyeshield 21 (University Teams)


          Pada akhir cerita diceritakan bahwa Hiruma, Musashi dan Kurita berpisah dan masuk ke dalam klub American Football Universitas yang berbeda-beda. Berikut ini adalah daftar tim baru mereka di universitas masing-masing :

1. Enma University

    
     Susunan Tim :      
      Suzuna ( Manager ) 
     Sena Kobayakawa ( Running Back )
     Kaitani Rikku ( Running Back )
     Monta ( Receiver )
     Unsui Kongo ( Quarter Back )
     Kotaro ( Kicker )
     Kurita ( Line )   
     Mizumachi ( Line )

                   Tim ini adalah tim yang lengkap, Sena dan Riku akan membuat lawan kerepotan untuk menjaga mereka dengan kecepatan yang mereka miliki. Monta bisa menjadi alternatif pencetak touchdown jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Unsui mampu memanjakan tim dengan lemparannya yang baik. Kotaro pasti membuat poin dengan cepat melalui akurasi tendangannya. Lalu Kurita dan Mizumachi akan menjadi benteng yang sangat sulit untuk dirubuhkan. Tidak ketinggalan peran Suzuna sebagai manager yang bisa memotivasi tim dan mengatur kebutuhan tim dengan baik.

2. Saikyoudai University


     Susunan Tim :
     Mamori ( Manager )
     Hiruma ( Quarter Back )
     Hosawa Ikkyu ( Receiver )
     Taka ( Receiver )
     Yamato ( Running Back )
     Akaba ( Tight End )
     Agon Kongo ( Tight End )
     Banba ( Line )
     Jumonji ( Line )

             Tim ini bisa dikatakan sebagai tim all star. Betapa tidak, hampir semua anggotanya adalah orang-orang yang sangat hebat di posisinya masing-masing. Mamori telah sukses manjadi manager Deimon Devil Bats dengan mendampingi tim menjuarai Christmast Bowl, jadi kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Hiruma akan menjadi kapten sekaligus penyusun strategi yang sangat handal dalam tim, kemampuan otak dan kecepatan lemparan bolanya akan sangat merepotkan lawan. Taka dan Ikkyu diyakini akan menjadi pencetak angka terbanyak dalam tim dengan kemampuan mereka yang diatas rata-rata. Lalu Yamato sang Eyeshield 21 pertama bisa memberikan mimpi buruk pada lawan dengan kemampuan fisiknya yang mengagumkan. Akaba dan Agon yang bisa bermain di berbagai posisi bisa menjadi penentu kemenangan tim. Tidak ketinggalan duet Banba dan Jumonji yang akan menjadi benteng pertahanan tim yang kuat.

3. Takekura Construction Site


      Susunan Tim :
      Musashi ( Kicker )
      Tetsuma ( Receiver )
      Kid ( Quarter Back )
      Rikiya Gaou ( Line )
      Onihei ( Line ) 
      Kuroki ( Line )
      Togano ( Line )

               Tim ini merupakan tim yang sangat kuat dan tangguh. Musashi bisa memberikan kejutan dengan tendangannya yang sangat kuat. Lalu Tetsuma akan merepotkan lawan dengan kedisiplinannya menguasai bola. Selanjutnya Kid akan menebar ancaman dengan lemparan bolanya yang sangat akurat. Dan yang paling menakutkan dari tim ini adalah kuartet line mereka yakni Gaou, Onihei, Kuroki dan Togano, sepertinya lawan mereka tidak akan mengakhiri pertandingan dengan kondisi yang sehat.

4. Oujo University


      Susunan Tim :
      Seijuro Shin ( Line )
      Makoto Otawara ( Line )
      Haruto Sakuraba ( Receiver )

              Oujo akan tetap menjadi ancaman bagi lawan-lawan mereka. Duet Line Shin dan Otawara akan menghentikan segala bentuk serangan lawan. Lalu kemampuan Sakuraba dalam mendapatkan bola akan menjadikannya sebagai pencetak poin terbanyak bagi tim.

5. Shuuei University

      Susunan Tim :
      Takami ( Quarter Back )
      Manabu Yukimitsu ( Receiver )

               Walaupun tim ini tidak terlalu kuat tapi dengan kerja keras mereka bisa saja menghancurkan kemenangan lawan yang sudah di depan mata. Takami akan berperan sebagai pengatur serangan dengan lemparan bolanya yang mumpuni. Dan Yukimitsu bakal menjadi kejutan bagi lawan yang meremehkannya.

6. Zokuto University

        Susunan Tim :
        Rui Habashira ( Line )


                 Tim ini tidak kuat, akan tetapi mereka mempunyai kemauan yang kuat untuk memenangkan pertandingan. Rui akan menghentikan serangan lawan yang datang darimana saja dengan hasil kerja kerasnya berlatih tanpa kenal waktu.


          Tampaknya perjalanan mereka sebagai pemain American Football profesional akan menuju babak baru dengan tim baru, kompetisi baru dan persaingan yang semakin ketat. Sayangnya tidak ada tanda-tanda akan dilanjutkannya komik ini. Saya sangat berharap komik ini dilanjutkan, karena saya sangat penasaran, hehehe.

May 5, 2011

Rudye, Pendatang Baru yang Multi Talenta

INILAH.COM, Jakarta - Sempat tergabung dalam beberapa band indie dengan aliran yang berbeda dan posisi yang berbeda, membuat nama Rudye tak asing di pencinta musik indie tanah air.
Sekarang Rudye siap menggarap proyek pribadinya yang lebih universal dan tidak terpaku pada satu aliran saja.

Sempat tergabung dalam band experimental 13th (Thirteen) sebagai keyboardis dan clean vocal. Pada tahun 2006, ia memutuskan untuk mundur dari 13th.
Skill keyboard dan piano yang di atas rata-rata serta vokal yang bagus menjadikan Rudye sebagai musisi yang komplit. Saat ini, Rudye menjadi additional keyboard & backing vocal KILLING ME INSIDE.
Di album KILLING ME INSIDE yang terbaru pun, Rudye mampu memberikan nuansa yang berbeda dengan ciri khas karakter suara Rudye yang unik dalam mengisi backing vocal di album tersebut.

Diluar aktifitasnya sebagai additional player KILLING ME INSIDE, Rudye mempunyai proyek pribadi. Mulai dari meng-cover lagu, menciptakaan lagu sampai akhirnya menjadi proyek yang mempunyai orientasi serius.
"Target-target gua dalam ini proyek sih lebih memperkenalkan diri gua secara pribadi ke kalangan umum sekaligus ngenalin karya-karya gua," jelas Rudye saat ditanya target dari proyek pribadinya.
Meskipun belum menembus dapur rekaman yang serius namun karya Rudye telah di kenal luas oleh para penikmat musik di tanah air, lagu Something Better menjadi single Rudye yang termasuk sukses.
Menurut Rudye dalam bermusik ia tidak terpatok pada satu aliran saja, dan ini di buktikan dengan banyaknya unsur yang terdapat dalam lagu-lagu Rudye mulai dari pop, rock, electronic, sampai metal.
"Intinya, buat gua, music is music and will always be music and i love music so dont hate each other because of music," jelas Rudye.
Dalam musikalitasnya Rudye mengambil influence dari berbagai macam jenis musik. Mulai dari musik-musik amerika sampai musik-musik jepang hingga musik tradisional indonesia.

"Di proyek ini gua pengen ngelanjutin konsep nyanyi sambil main gitar akustik yang dulu nyokap gua pernah ngejalanin biarpun berhenti gara-gara married. Jadi mudah-mudahan bisa jadi penerus mimpi beliau amin," tutup Rudye.[alx]

Pohon Noble merupakan bahan favorit untuk banyak pekerjaan pematung. Ketika usia tumbuh, berdiri diam di tempat yang sama, menunggu untuk digunakan untuk karya seni ... ini, patung-patung kayu yang indah menakjubkan seperti kayu yang dijelaskan dalam begitu banyak cerita. Penyihir, peri hutan, Mogli ... tinggal di hutan, dan dalam hal ini adalah seperti Pinokio dan terbuat dari kayu.

























from : kaskus.us

April 18, 2011

Bondowoso United Sukses Tekuk Arema Selection


LenteraRakyat.Com- Arema Selection harus menelan pil pahit setelah ditekuk tuan rumah Bondowoso United (Bond-U), 0 - 1, dalam pertandingan persahabatan. Satu-satunya gol kemenangan Bond-U dilesakkan Jhon Boakhai pada babak kedua menit 60. Gol Bond-U berawal dari umpan tendangan bebas.
Umpan disambut pemain bernomor punggung 11 Jhones Boakhai yang berdiri di dalam kotak penalti yang mendapat kawalan ketat dari Arema Selection. Bola langsung ditanduk Jhon B ke dalam gawang tanpa mampu dibendung kiper Arema Selection.
"Bond-U dari segi permainan memang lebih bagus.Tetapi walaupun unggul 1-0 atas Arema Selection, hal itu masih jauh dari harapan,"ujar Syef Presiden Bond-U seusai laga di Stadion Magenda, Bondowoso.

Secara keseluruhan, ia melanjutkan, serangan Bond-U masih kurang spartan. Kami akui Tim Bond-U baru dua pekan ini berlatih dan materi latihan yang diterima tim sangat minim karena waktu yang sangat terbatas. Selain itu ada kendala komunikasi antar pemain pemain luar negeri itu,"katanya.

Lanjut Syef, mengatakan, meski dari sisi penguasaan bola anak-anak Bond-U sudah cukup baik sore ini, tapi Bond-U gagal memanfaatkan banyak peluang menciptakan gol.

"Itu memang problem kami. "Kami beruntung bisa menang dalam pertandingan ini dan akan menargetkan pola permainan yang lebih cantik untuk pertandingan persahabatan yang akan digelar berikutnya,"tandas pria asal Tamanan ini. (G)

Bondowoso United Siap Ramaikan Kompetisi LPI


LenteraRakyat.Com- Bondowoso United atau lebih dikenal dengan Bond-U seperti mengembalikan secercah harapan masyarakat Bondowoso yang telah lama haus akan hiburan sepakbola. Disambut antusias para tokoh maupun seluruh masyarakat pecinta bola yang seakan kembali menemukan gairah hidupnya yang telah lama terkubur. Klub ini bertujuan untuk membentuk suatu kompetisi yang diikuti oleh klub-klub yang dikelola secara profesional tanpa menggerogoti dana APBD. Terlebih, Bond-U mendapat sambutan yang antusias dari sebagian besar masyarakat pecinta bola.
Hal ini tentu saja membawa angin segar bagi masyarakat dan pecinta bola di Bondowoso. Masyarakat Bondowoso bermimpi tentang lahirnya sebuah klub sepak bola yang bisa membawa Bondowoso tampil di pentas liga nasional," kata Presiden Bond-U Syaiful Bahri Husnan di sela-sela seleksi peluncuran klub sepakbola ini.
Asa itu pun muncul di 2010, ketika LPI digagas. Bondowoso yang memiliki sejarah sepakbola namun telah surut, kembali berusaha untuk ikut terlibat dalam ajang ini. "Bondowoso menjadi salah satu daerah yang wajib ikut. Sejak itu persiapan membentuk klub dirancang," ujar Syef sapaan akrabnya.
Sejak itulah, penggila bola dan masyarakat Bondowoso merancang klub yang bisa berkiprah di sebuah liga yang dikelola secara profesional di pentas nasional. Bond-U klub yang bermaskot Laskar Singo Ulung bermaterikan pemain yang didominasi pemain lokal dan beberapa pemain asing dari Chili, Kamerun dan Liberia.

Lanjut Syef, dalam rangka akan berpartisipasinya Bond-U pada kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), klub ini telah mengadakan beberapa seleksi. Pertama yang dilaksanakan adalah seleksi U-21, dan sudah terbentuk satu team klub pemain inti,”paparnya. (G)


from: lenterarakyat,com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons